Pengertian Jenis dan Karakteristik Gaya Belajar Menurut Para Ahli

Pengertian Jenis dan Karakteristik Gaya Belajar Menurut Para Ahli | Mengajariku.com Tidak ada satu metode yang sesuai bagi semua murid. Dalam melaksanakan proses pembelajaran, setiap individu siswa memliki cara belajar atau gaya belajar yang berbeda-beda. Gaya belajar yang dimilki siswa adalah cara terbaik yang dimiliki siswa tersebut dalam memperoleh dan merangsang informasi dari luar. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk menemukan gaya belajar yang cocok bagi dirinya agar dapat memperlancar pendidikannya terutama untuk mengembangkan kecerdasan yang dimilikinya. 

Pengertian Jenis dan Karakteristik Gaya Belajar Menurut Para Ahli


1. Pengertian Gaya Belajar

James dalam Ghufron (2010: 42) mengungkapkan gaya belajar merupakan sebuah cara kompleks di mana para siswa menganggap dan merasa paling efektif dan efisien dalam memproses, menyimpan dan memanggil kembali apa yang telaha dipelajari. Informasi yang siswa terima, akan dirangsang siswa berdasarkan gaya belajarnya dan setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda dengan yang lainnya. Oleh, karena itu penting bagi seorang guru untuk memperhatikan gaya belajar yang dimilki siswanya agar dapat menunjang keberhasilan siswa.

Menurut Nasution (1982: 94) mengungkapkan gaya belajar adalah cara yang konsisten yang di lakukan oleh seorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berpikir, dan memcahkan soal. Tidak semua orang mengikuti cara yang sama. Masing-masing siswa menunjukkan perbedaan dalam hal gaya belajarnya. Gaya belajar berkaitan erat dengan pribadi seseorang, yang dipengaruhi oleh pendidikan dan riwayat perkembangannya. 

Berdasarkan pendapat para ahli di atas, maka dapat disimpulkan bahwa gaya belajar adalah tipe atau cara seorang individu untuk memperoleh suatu informasi yang mereka dapat dari orang lain dan setiap individu memiliki gaya atau tipe belajar tersendiri yang berbeda dengan individu lainnya sesuai dengan kenyamanannya dalam memperoleh informasi. Setiap siswa adalah individu yang berbeda. Oleh karena itu, setiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda-beda pula.
Baca Juga : Download 100 Skripsi Jurusan PGSD PDF Part 1
2. Karakteristik Gaya Belajar

Menurut Asrori (2009: 221) berdasarkan kemampuan yang dimiliki otak dalam menyerap, mengelola dan menyampaikan informasi, gaya belajar seseorang dapat dikelompokkan dalam berbagai macam jenis yang meliputi gaya belajar visual, gaya belajar auditory dan gaya belajar kinestetik. Ketiga gaya belajar tersebut memiliki karakteristik masing-masing. Hal ini dapat dilihat dari cara siswa menerima informasi dari orang lain
.
Menurut Suyono (2011: 149) mengungkapkan gaya belajar memiliki beberapa tipe yaitu yang pertama gaya belajar visual artinya siswa akan lebih cepat belajar dengan cara melihat misalnya membaca buku. Gaya belajar yang kedua adalah gaya belajar auditory artinya seorang anak akan lebih mudah belajar dengan cara mendengarkan, misalnya dengan metode ceramah. Gaya belajar yang ketiga adalah gaya belajar kinestetik artinya siswa belajar melalui gerakan-gerakan fisik, misalnya dengan melakukan eksperimen.
Baca Juga : Download 100 Skripsi Jurusan PGSD PDF Part 1
a. Karakteristik Perilaku Gaya Belajar Visual

Gaya belajar ini mengakses citra visual, yang diciptakan maupun diingat. Warna, hubungan ruang, potret mental dan gambar menonjol dalam gaya belajar ini (DePorter, 2011: 85). Gaya belajar visual menitik beratkan ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti kongkrit harus diperlihatkan terlebih dahulu agar siswa paham.
Menurut Asrori (2009: 222). Karakteristik gaya belajar visual ini yaitu lebih mudah mengingat yang dilihat daripada yang didengar. Kedua, tidak mudah terganggu oleh keributan karena lebih memfokuskan penglihatan daripada pendengaran. Ketiga, lebih suka membaca materi atau cerita secara mandiri daripada dibacakan oleh orang lain. Keempat, lebih mementingkan dan menjaga penampilan dalam berbagai hal. Kelima, sering menjawab pertanyaan orang lain dengan jawaban singkat “ya” atau “tidak. Yang terakhir adalah lebih tertarik pada bidang seni lukis, pahat dan gambar daripada musik.
Siswa yang memiliki gaya belajar visual menangkap pelajarannya lewat materi bergambar. Selain itu, ia memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, di samping mempunyai pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik. Hanya saja biasanya ia memiliki kendala untuk berdialog secara langsung karena terlalu reaktif terhadap suara, sehingga sulit mengikuti anjuran secara lisan dan sering salah menginterpretasikan kata atau ucapan. Selain itu, orang yang menyukai gaya belajar visual suka membuat catatan-catatan yang baik dan rapi.

b. Karakteristik Perilaku Gaya Belajar Auditif/Auditory 

Gaya belajar auditory merupakan gaya belajar dengan mendengarkan. Karakteristik model ini benar-benar menempatkan pendengaran sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya kita harus mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu. Gaya belajar ini mengakses segala jenis bunyi dan kata yang diciptakan maupun diingat. Musik, nada, irama, dialog internal, dan suara menonjol pada gaya belajar ini (DePorter, 2011: 85).
Karakeristik individu pada tipe auditory adalah ketika membaca materi atau cerita, lebih suka membaca dan berbicara dengan suara keras, mudah terganggu oleh suara keributan atau berisik dan tidak bisa belajar dengan nyaman apabila terjadi kegaduhan, lebih senang mendengarkan informasi atau cerita daripada harus membacanya sendiri, mengalami kesulitan untuk menuliskan sesuatu, tetapi sangat pandai dalam menceritakannya, lebih menyukai seni music dibandingkan seni yang lainnya dan lebih mudah belajar dengan berdiskusi (Asrori, 2009: 222).

c. Karakteristik Perilaku Gaya Belajar Kinestetik 

Gaya belajar ini mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh sesuatu yang memberi informasi agar ia bisa mengingatnya. Tentu saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tidak semua orang bisa melakukannya. Karakter pertama adalah berbicara dengan penuh ekspresi. Kedua, belajar dengan menggunakan gerakan fisik misalnya berjalan, menyentuh dan mempraktekkan sesuatu. Ketiga, lebih senang belajar dengan mendemonstrasikan sesuatu daripada bercerita secara panjang lebar di depan kelas. Keempat, menghafal atau mengingat informasi dan materi pelajaran dengan cara berjalan atau melihat langsung. Kelima, menggunakan jari untuk menunjuk kata yang sedang dibaca. Keenam adalah lebih mudah belajar dengan kerja kelompok dan praktek langsung (Asrori, 2009: 223).

Gaya belajar ini mengakses segala jenis gerak dan emosi yang diciptakan maupun diingat. Gerakan, koordinasi, irama, tanggapan emosional dan kenyamanan fisik yang menonjol pada gaya belajar ini. Tidak heran kalau individu yang memiliki gaya belajar ini merasa bisa belajar lebih baik kalau prosesnya disertai kegiatan fisik. Kelebihannya, mereka memiliki kemampuan mengkoordinasikan sebuah tim disamping kemampuan mengendalikan gerak tubuh. Tak jarang, orang yang cenderung memiliki karakter ini lebih mudah menyerap dan memahami informasi dengan cara menjiplak gambar atau kata untuk kemudian belajar mengucapkannya atau memahami fakta.

Sumber: Skripsi Leli

Comments

Popular posts from this blog

Soal Tematik Kelas 3 Tema 8 Subtema 2 Aku Anak Mandiri

Soal Tematik Kelas 3 Tema 8 Subtema 3 Aku Suka Berpetualang

Download Kumpulan Rumus Matematika SMP Lengkap PDF