10 Dampak Positif Tantrum Pada Anak

10 Dampak Positif Tantrum Pada Anak - Tantrum adalah  Ledakan emosi, Pada nak-anak yang dalam kesulitan emosional, yang biasanya ditandai dengan sikap keras kepala, menangis, menjerit, berteriak, menjerit-jerit, Percaya atau tidak, temper tantrum adalah bagian penting dari kesehatan dan kesejahteraan emosional balita Anda.

10 Dampak Positif Tantrum Pada Anak | Mengajariku.com

Tantrum Pada Balita adalah salah satu aspek dan keadaan yang paling menantang dalam mengasuh anak kita. Kita cenderung merasa menjadi orang tua yang baik jika balita kita tersenyum, diam dan merasa nyaman, dan sebaliknya merasa tak berdaya dan kewalahan ketika balita kita merengek, berbaring di lantai, menendang, melempar barang dan menjerit-jerit bahkan menangis. Namun, tahukah anda, tantrum balita adalah suatu bagian yang penting dari kesehatan emosional dan kesejahteraan anak kita, dan kita juga dapat belajar untuk lebih tenang saat menghadapi balita kita. Berikut adalah 10 Dampak Positif Tantrum Pada Anak:

1. Anak Menjadi Lebih Baik Setelah Tantrum 
Tahukah Anda, bahwa ternyata Air mata mengandung kortisol, yang merupakan hormon stres. Ketika kita sednag menangis, sebenarnya kita sedang melepaskan dan mengeluarkan stres dari tubuh kita. Air mata juga dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kesehatan emosional, Jika ada orang yang dicintai, dekat dan mendukung kita saat menangis.
Anda mungkin beranggapan ketika anak Anda sedang tantrum itu adalah tidak baik. Dia marah-marah, frustrasi, dan merengek. Anda mungkin bisa merasakan dan melihat jika tantrum anak sudah berakhir, ia berada dalam suasana hati yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Sehingga jika anak anda sedang tantrum maka biarkanlah jangan mencoba mengganggu mereka sampai berakhinya tantrum. "Menangis bukanlah rasa sakit, tetapi proses menjadi tidak terluka dan lebih baik dari sebelumnya," (Deborah MacNamara, Ph.D.,) Seorang pendidik orang tua dan penulis buku Rest, Play, Grow: Making Sense of Preschoolers.

2. Menangis Dapat Membantu Anak Anda Belajar. 
Ada anak berusia 5 tahun yang sedang bermain dengan beberapa Lego dan ia mulai mengamuk karena dia tidak bisa memainkannya. Namun, setelah tantrum berakhir, dia duduk kembali dan mulai bermain lagi dengan Legonya. Seorang anak sedang berjuang dan mengekspresikan rasa frustrasi mereka dapat membantu mereka untuk menjernihkan pikiran mereka sehingga mereka dapat mempelajari sesuatu yang baru. Penelitian menunjukkan bahwa, untuk bisa belajar dengan baik, seorang anak harus dalam keadaan bahagia dan rileks, dan mengekspresikan emosi dan frustasi dengan tantrum adalah bagian dari proses menjadi bahagia dan rileks.

3. Anak Tidur Lebih Nyenyak 
Emosi yang terpendam dapat mengganggu kualitas tidur anak kita, semakin emosinya tak tersalurkan maka semakin susah mereka untuk tidur, Emosi yang terpendam seorang anak, muncul ketika otaknya sedang beristirahat. Anak-anak bisa terbangun karena mereka sedang stres atau mencoba memproses sesuatu yang terjadi dalam kehidupan mereka. Membiarkan anak Anda sampai ke akhir tantrum (amukannya) dapat meningkatkan kesehatan emosionalnya dan dapat membantunya tidur sepanjang malam.

4. Mengatakan 'TIDAK' Adalah Hal Baik 
Terjadinya tantrum yang dialami balita, biasanya Anda mengatakan 'tidak.' Namun hal itu adalah baik. Dengan mengatakan 'tidak' berarti anda sedang meberitahu batasan yang jelas kepada anak, tentang perilaku yang baik yang dapat diterima dan perilaku yang tidak baik yang tidak dapat diterima. Sebagai orang tua kita mungkin menghindari mengatakan 'tidak' kepada anak karena kita tidak ingin anak kita menangis, tetapi kita tetap dapat mengatakan ‘tidak; sambil kita tetap memberikan rasa cinta, empati, dan pelukan kepadanya.

5. Anak Akan Lebih Terbuka Tentang Perasaannya 
Anak Anda merasa aman untuk memberi tahu Anda bagaimana perasaannya. Dalam banyak kasus, anak-anak tidak menggunakan tantrum untuk, membohongi dan mempengaruhi kita untuk mendapatkan yang mereka inginkan. Seringkali anak Anda tidak mendapatkan yang ia inginkan, dan tantrum adalah ekspresi bagaimana perasaannya tentang hal itu. Anda bisa tetap tidak bergeming dengan tidak berempati dengan kesedihannya. 

6. Lebih Dekat Dengan Anak 
Mungkin sulit untuk di percaya tantrum bisa membuat anda lebih dekat dengan anak. Anak Anda yang sedang marah (tantrum) seakan-akan dia tidak menghargai Anda yang berada di sana. Biarkan dia melewati proeses tantrum dengan tanpa berusaha menghentikanya. Jangan terlalu banyak bicara dengannya namun tetap tawarkan beberapa kata yang baik dan meyakinkan kepadanya. Seperti Menawarkan pelukan. Anak Anda biasanya akan menerimanya tanpa syarat dan merasa lebih dekat dengan Anda setelahnya.

7. Membantu Perilaku Anak  Dalam Jangka Panjang. 
Emosi anak-anak terkadang dikeluarkan dengan cara lain, seperti agresif, kesulitan dalam berbagi, atau menolak untuk bekerja sama. Ini merupakan tanda yang sudah umum bahwa anak Anda sedang bergumul dan bermasalah dengan emosinya. Melakukan amukan yang besar saat tantrum akan membantu anak Anda melepaskan perasaan yang dapat menghalangi dirinya untuk hidup dimasa yang akan datang.

8. Jika Tantrum Terjadi Di Rumah, Sedikit Kemungkinannya Terjadi Di Depan Umum. 
Ketika anak-anak dapat mengekspresikan emosi dengan sepenuhnya, mereka cenderung akan sering memilih melakukannya di rumah di mana mereka merasa kita sebagai orang tua lebih siap untuk mendengarkan mereka. "Semakin banyak kita meluangkan waktu dan tempat untuk mendengarkan perasaan anak kita yang sedang kesal (Tantrum) di rumah, maka semakin sedikit perasaan yang mereka simpan yang akan mereka bawa bersama mereka di setiap kunjungan di tempat umum (diluar Rumah)."

9. Anak Anda Melakukan Sesuatu Yang Kebanyakan Orang Lupa Bagaimana Melakukannya. 
Seiring bertambahnya usia anak, ia akan jarang menangis. Sebagian anak sudah bisa belajar untuk mengatur emosinya. Sebagian sudah belajar untuk bisa terjun ke masyarakat yang tidak menerima ekspresi emosi. Ketika kita orang dewasa sedang stres atau sedang meghadapi sebuah masalah dengan anak-anak kita, seringkali kita juga perlu menangis. Sulit bagi orang dewasa, terutama para pria, untuk melepaskan perasaannya dengan menagis. Jadi biarkan anak Anda mengalami tantrum yang bisa meningkatkan suasana hati sehingga emosinya bisa mengalir bebas, yang mungkin tidak bisa ia lakukan setelah ia dewasa nanti.

10. Tantrum Anak Dapat Menyembuhkan Anda. 
Ketika kita sedang menghadpai tantrum anak kita, itu dapat mengingatkan kita. Ketika kita kecil dulu, orang tua kita mungkin tidak meladeni dan tidak mendengarkan kita dan tidak berempati dengan kita. Tantrum anak kita dapat mengingatkan kita tentang bagaimana kita diperlakukan dulu, yang tidak kita sadari dan tidak bisa kita ingat lagi. Menjadi orang tua dapat menjadi obat penyembuhan untuk emosional kita sendiri.
Setelah momen emosional dengan anak Anda selesai, luangkan waktu untuk perawatan diri, berbicara dan curhat dengan seorang teman, bersenang-senang dengan keluarga, dan bahkan mungkin menangis sendiri. Untuk bisa tetap tenang membutuhkan latihan berkesinambungan, tetapi ketika kita bisa mengaturnya, kita secara tidak langsung mengubah otak kita menjadi orang yang lebih tenang dan lebih damai.

Demikianlah artikel tentang 10 Dampak Positif Tantrum Pada Anak Semoga bermanfaat bagi anda para orang tua. Smart Parenting Terima Kasih Wassalam.

Comments

Popular posts from this blog

Soal Tematik Kelas 3 Tema 8 Subtema 2 Aku Anak Mandiri

Soal Tematik Kelas 3 Tema 8 Subtema 3 Aku Suka Berpetualang

Download Kumpulan Rumus Matematika SMP Lengkap PDF